Sabtu, 12 November 2011

Pemimpin dari HATI



Dosen S2 ku pernah bilang dalam kuliahnya, kalau kepemimpinan itu selain bisa dipelajari dan dipraktekan juga bisa diturunkan. Kata beliau, ga semua orang memiliki keturunan bakat memimpin.

Pemimpin tidak bisa disama artikan dengan seorang bos apalagi manajer. Beda pemimpin dengan seorang bos, adalah jika seorang bos selalu ingin tampil mendominasi, contoh: "saya yang punya ide begini,, saya yang melakukan semuanya,, bla, bla, bla" beda dengan pemimpin yang selalu mengedepankan kerja team, contoh : "kami yang membuat ide,... team yang bla, bla,,..". see, what the different?

Beda pemimpin dengan manajer; adalah manajer selalu melakukan hal yang benar dan memperbaiki kesalahan. Sedangkan pemimpin, dia akan memberi contoh dan mengayomi orang-orang yang ada disekitarnya.

Siapapun bisa belajar untuk menjadi pemimpin, toh, banyak buku-buku tentang kepemimpinan yang dijual di toko buku. Selain itu, juga banyak organisasi yang bisa diikuti untuk menempa jiwa kepemimpinan.

John C. Maxwell menerbitkan sebuah buku tentang 21 hukum kepemimpinan sejati. Jadi, didalamnya ada 21 hukum yang bisa dibaca dan dipelajari jika ingin menjadi seorang pemimpin. its recommended book.. tapi di blog ini, ak ga melakukan bedah buku..

Menurutku secara pribadi, setiap manusia adalah pemimpin, setidaknya untuk dirinya sendiri. Kalaupun ada orang-orang yang kebetulan berada dibawah (berdasarkan susunan organisasi), orang yang punya jiwa pemimpin harus selalu dalam keadaan sadar. Ketika itulah dia bisa dilihat, kemampuannya sekedar bos, manajer atau benar-benar pemimpin.

Beberapa kali, aku memiliki hubungan interpersonal yang lumayan dekat dengan orang-orang yang kuanggap punya jiwa pemimpin. Kebanyakan dari mereka bukanlah orang-orang yang suka mendominasi. Kecenderungannya, mereka suka membuat orang lain seolah-olah mendominasi dia. Salah satunya pernah berkata, "pemimpin itu seharusnya memiliki jiwa tut wuri handayani, saya cukup berada dibelakang saja, mendukung teman-teman untuk menjalankan program-program yang sudah direncanakan".


Menjadi pemimpin tidak harus memiliki bawahan atau ikut organisasi. Sekali lagi, kuktakan kalau setiap orang adalah pemimpin minimal untuk dirinya sendiri. Dalam islam pun dikatakan kalau setiap manusia adalah Khalifah (pemimpin). Tugasnya memberi contoh dan mengayomi orang-orang yang ada disekitarnya. Bukan dengan cara mendikte atau bersikap arogan, tapi lakukan dengan hati.

Menjadi pemimpin memang bukan perkara mudah, daripada mengoreksi tingkah polah orang-orang yang kita anggap para pemimpin, lebih baik perbaiki diri, interospeksi, jaga hati, dan berbuat yang terbaik.

Berbuatlah yang benar dengan cara yang baik karena, Tanpa kamu sadari, kamu adalah contoh bagi orang-orang sekitar kamu.

Bakti Perempuan: Antara Suami, Orangtua dan Mertua

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan, 
segala puji bagi Rabb alam semesta. Seorang perempuan apabila telah dikawinkan maka suaminya lebih berhak terhadapnya daripada kedua orangtuanya, dan taat kepada suami itu lebih wajib atasnya.

Sementara di dalam Al-Qur'an Allah berfirman, 
sebab itu maka wanita yang shalihah, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada. Oleh karena Allah telah memelihara mereka
(An-Nisa:34).

Taat seorang suami adalah kepada Ibunya,
Taat seorang istri adalah kepada Suaminya..

Subhanallah

Jumat, 11 November 2011

Beruntungnya SAYA, malangnya Dia

Dulu bahkan sampai beberapa hari kemaren,
Saya sering sekali meratapi kehidupan dan bertanya, "why me lord?",,
Saya merasa tidak puas dengan hidup yang saya miliki,
Saya punya impian dan harapan yag ternyata Allah memberikan apa yang aku butuhkan,
tanpa saya menyadari kalau itu yang saya butuhkan.

Saya hanya menginginkan sedikit, Allah memberikan aku banyak hal.
Tapi itupun, saya tidak menyadarinya dan bersyukur.
malah meratapi.

Pernahkan, kalian diposisi seperti saya?
selalu ber-sawang sinawang dengan hidup orang lain.
selalu berfikir, "asik yaa jadi kamu...jadi dia... jadi mereka..."

Ternyata orang lain juga berfikir demikian,,
*oooh, berarti hal ini manusiawi*
tapi, kalau selalu seperti itu, kita jadi tidak bisa menikmati hidup kita sendiri.
lalu terbersitlah pikiran, untuk selalu meng-afirmasi diri dengan berkata berulang kali,
"BERUNTUNGNYA SAYA, malangnya dia"

Saat, saya ingin meniti karier, berencana menikah sekitar umur 27th,
menikmati hidup, membeli rumah dan mobil dari jerih payah sendiri
membahagiakan orangtua, dengan mentraktir atau membelikan sesuatu dr gaji sendiri
dan menjadi anak yang membanggakan karena bekerja di perusahaan bonafit

ternyata, justru saya menikah di usia 21 thn, mendapatkan jodoh yang begitu cepat,
segala hal dipermudah, saya berhasil menyelesaikan 2 gelar sekaligus
yaitu Apt dan M.Sc dalam waktu sangat singkat.
ah, BERUNTUNGNYA SAYA :)

Bahkan, saat saya dan suami memutuskan untuk menunda kehamilan pertama kami karena alasan studi supaya tidak terganggu. Justru Allah memberikan kepercayaan kepada kami untuk memiliki anak selang 6 bulan pernikahan, dengan mudah, proses kehamilan sehat dan kelahiran lancarr. Sekarang,  anak saya tumbuh dengan kecerdasan, kesehatan serta ketampanan yang sangat spesial. BERUNTUNGNYA SAYA :)

Suatu saat nanti, saat saya berumur 40 tahun, saya masih begitu muda untuk terus mendampingi anak saya yang beranjak dewasa menjadi mahasiswa. Jalan dan hang out bersama pacar anak laki-laki saya, ke bioskop, ke mall atau tempat wisata. Mungkin, ketika saya masih berumur sekitar 40tahun, sudah menimang cucu, aahh indahnya dan lengkapnya hidup saya sebagai wanita... Alhamdulillah BERUNTUNGNYA SAYA:)

Saya masih bisa gaul dan sehat untuk menikmati jerih payah kami di usia yang sangat muda. Kami berdua masih bisa jalan-jalan atau traveling ke obyek-obyek wisata, menikmati hari dan bercanda tanpa khawatir akan sakit tua yang kami derita. BERUNTUNGNYA SAYA:)

Saat saya ingin kuliah di ekonomi atau filsafat,
Saya malah masuk ke jurusan Farmasi, yang ternyata penuh hapalan, ilmu pasti dan praktikum yang melelahkan. TAPI, di farmasi itulah saya berkenalan dengan mantan pacar yang kemudian menjadi suami saya sekarang. Saya memiliki keahlian khusus dalam bidang kesehatan dan obat-obatan. Saya bertemu dan dekat dengan orang-orang hebat seperti profesor-profesor dan memiliki teman-teman yang sangat men-support saya dalam segala hal. BERUNTUNGNYA SAYA :)

Segala hal yang terjadi pada saya, mengingatkan saya untuk selalu bersyukur kepada Allah dan berkata BERUNTUNGNYA SAYA :)

semoga teman-teman dan semua orangpun belajar mencintai jalan hidup yang sudah ditetapkan Allah kepada kita semua :D and say loud.."BERUNTUNGNYA SAYA....!!!!"

Minggu, 06 November 2011

Pencerahan dari seorang Ustad dan seorang Biksu

Saya sebenarnya adalah orang yang sangat open-mind dan mencinati kebebasan,
Kebebasan ada 2 jenis, yaitu bebas memiliki keinginan dan bebas dari rasa ingin.
Bukan karena saya orang Islam lalu saya tidak berusaha menghargai dan mempelajari ajaran agama lain.
Dari keseluruhan agama yang beraneka ragam tersebut, mereka mengajarkan satu hal yang sama yaitu "CINTA".


Saya membaca buku Laa Tahzan atau buku karangan Ippho santosa, atau novel islami karangan Kang Abik, Biografi orang-orang hebat, ataupun buku-buku motivasi. Sangat menginspirasi dan menyejukkan. Tapi, kadang saya butuh step-step konkrit untuk bisa menuju kebahagiaan sejati di dunia dan di akherat. Bukan hanya dari sisi spiritual seperti, mengaji, sembahyang atau sedekah. Saya butuh lebih banyak penjelasan. Maka saya pun belajar, berteman dengan orang-orang hebat dan banyak membaca.

Seperti kata suamiku kepadaku berulang-ulang:
"Seseorang dapat dilihat kualitasnya berdasarkan buku apa yang dia baca dan siapakah orang yang dekat dengannya"

Perkenalkan, Foto di kanan ini adalah Ustadz Budi, Pemilik sekaligus penanggung jawab Panti Asuhan Sinar Melati di Yogyakarta. Beliau adalah Bapak saya selama saya merantau di Jogjakarta. Beliau sangat sayang kepada saya. Alhamdulillah, saya anggap bisa dekat dengan orang yang sangat religius itu sebagai barokah dari Allah.

Pada suatu ketika, saya mengalami mental "kehajar", dan di suatu malam, Ustadz menelpon saya untuk menanyakan kabar. Maka keesokan harinya, saya datang kerumah sekaligus salah satu panti milik beliau. 

Disanalah, saya mendapat wejangan yang jujur saja masih butuh cara dan langkah-langkah untuk bisa sampai level sejauh itu (baca: ikhlas, iman dan taqwa). 
Beliau berkata:
"Di usia Nita yang masih sangat muda, dan banyak mengalami cobaan. Seharusnya, bisa berbahagia. Karena pada saatnya nanti, kamu akan sangat bermanfaat untuk orang banyak dan bahagia. Kamu akan terus belajar menghadapi cobaan-cobaan itu, dan cobaan itu akan terus meningkatkan keimanan Nita.... segala macam, cobaan, fitnah, gosip, caci maki, dan kondisi yang menurut Nita menyakitkan.. itu adalah cara Allah untuk menyayangi Nita dan menghapus dosa-dosa Nita. Walaupun Nita menghadapi cobaan tersebut dalam kondisi sabar ataupun tidak, Insya Allah dosa akan dihapuskan. Tapi akan lebih baik jika Nita bersabar. Nita cukup ikuti saja kehendak Allah, karena pasti allah akan membantu Nita. Semua cobaan dan keadaan akan berlalu. Suatu saat, Nita akan mengerti".
"Beberapa waktu yang lalu, saya habis dimarahi didepan umum oleh seseorang yang tidak mengenal saya. Seharusnya, kan jika dalam kondisi seperti itu, kebanyakan orang akan tersinggung. Entah kenapa, saya justru merasa bahagia dan senang. Saya malah tertawa ketika itu." 
Saya pun pulang dalam tanda tanya besar, "bagaimana saya bisa meraih level setinggi dan semulia itu, jika kondisi sekarang masih tidak dapat terselesaikan?"

 
Sedangkan beliau ini, adalah Ajahn Brahm. Beliau adalah seorang Biksu. Teman-teman bisa lebih dekat dengan beliau jika membeli buku "Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya". Jika, teman-teman sudah pernah membeli bukunya, maka bacalah isinya sangat menginspirasi.





Ada satu judul yang lumayan pas dengan kondisi saat ini, yaitu: "Gundukan Pupuk Kandang". Beliau menjabarkan dan memberikan gambaran tentang "Gundukan Pupuk Kandang" diibaratkan sebagai masalah atau kemalangan. Ada 2 cara merespon timpaan "Gundukan Pupuk Kandang", cara pertama adalah membawa kotoran itu kemana-mana bersama kita. cara kedua, adalah 'mengubur kotoran', itu adalah pekerjaan yang harus kita lakukan sendiri; tidak ada yang dapat membantu kita. 

Ketika kita telah mengenal rasa sakit yang tragis, pelajarilah pelajaran yang diberikannya, dan tumbuhkan taman kita, lalu kita dapat merangkulkan lengan kita kedalam tragedi yang mendalam dan berkata, dengan lembut, "Aku tahu". Mereka akan tahu bahwa kita telah paham. Belas Kasih dimulai.
Sekarang menjadi jelas bagi saya bahwa biksu-biksu yang relatif tidak tertimpa banyak kemalangan, yang memiliki sedikit kotoran untuk dikuburkan, adalah mereka yang tidak menjadi guru-guru hebat. Adalah biksu-biksu yang mengalami kesukaran yang besar, dengan diam menguburkannya, dan datang dengan tanaman yang subur, adalah mereka yang menjadi guru-guru hebat. Mereka semua memiliki kebijaksanaan, ketenangan, dan welas asih; tetapi hanya mereka yang memiliki kotoran lebih banyaklah yang dapat membaginya kepada dunia. 
Maka bila suatu ketika terjadi tragedi dalam hidup Anda, anda dapat berkata, "Cihuuy!! Aku dapat banyak pupuk untuk tamanku!" 

Life is like a Roller Coaster
It has its ups and downs
But Its your Choice to
Scream or Enjoy the Ride


<3<3<3<3<3

Jumat, 04 November 2011

Real In Rio

All the birds of a feather
Do what they love most of all
We are the best at rhythm and laughter
That's why we love carnaval


All so clear we can sing to
Sun and beaches they call
Dance to the music, passion and love
Show us the best you can do


Everyone here is on fire
Get up and join in the fun
Dance with a stranger, romance and danger
Magic could happen for real, in Rio
All by it self (it self)
You can't see it coming
You can't find it anywhere else (anywhere else)
It's real, in Rio
Know something else (something else)
You can feel it happen
You can feel it all by yourself


All the birds of a feather
Do what they love most of all
Moon and the stars, strumming guitars
That's why we love carnaval


Loving our life in the jungle
Everything's wild and free
Never alone, 'cause this is our home
Magic can happen for real, in Rio
All by it self (by it self)
You can't see it coming
You can't find it anywhere else


I'm a kako wero kinga kinga kinga kinga
Birds like me, 'cause I'm a hot winga (there's your hota winga aha)


Here everybody loves samba (I like the Samba)
Rhythm you feel in you heart (I'm the Samba master)
Beauty and love, what more could you want
Everything can be for real, in Rio
Here's something else (something else)
You just feel it happening
You won't find it anywhere else

#i'm a mom for my gorgeous son

seorang guru PAUD yang bijak menginformasikan sesuatu kepadaku:
"Bu, seorang anak yang aktiv dan punya keinginan eksplorasi yang tinggi (cerdas) biasanya sering dianggap anak yang 'nakal' dan 'ga bisa diatur'. 


Berdasarkan pengalaman saya dan saya sudah melihat buktinya sendiri, seseorang ada masa nya dia akan 'nakal dan tidak bisa diatur', bisa masa balita/SD/SMp/SMA/Kuliah bahkan setelah dewasa dan menikah.

Untuk kasus, anak aktiv pada masa kecilnya, justru lebih menguntungkan daripada 'nakal' stl dewasa dan menikah. Biasanya, orangtua si anak yang harus belajar banyak bersabar dalam mendidik dan mengarahkan si anak supaya tumbuh menjadi anak yang lebih 'tenang'. berikan label dan kepercayaan yang positif kepada anak, meskipun masyarakat memberikan label 'nakal' kepadanya. Anak lebih percaya dengan apa kata orangtuanya.

Keuntungan memiliki anak yang aktiv saat masih kecil adalah minimal ketika smp/sma dia akan lebih tenang dan sabar, berprestasi, selain itu memiliki banyak teman, sahabat yang setia, lalu saat dewasa, mudah mendapatkan peluang-peluang, mudah mendapatkan kerja dan memiliki kehidupan yang mapan."

amin yra --- #i'm a mom for my gorgeous son

Rabu, 02 November 2011

mind-mapping

Justru, saya mengenal pola berpikir mind-mapping dari mantan pacar saya yang sekarang sudah resmi putus dan naek status jadi suami. waktu itu, status kami masih berpacaran, tapi kami sudah merencanakan kedepannya denngan menggunakan mind-mapping.


kami baru tahu kalau itu adalah mind-mapping setelah menonton acara 'face2face with Desi Anwar" dengan narasumber Tony Buzan, pencetus mind-mapping sejak tahun 70-an.





beginilah konsep sederhana mind-mapping



Gambaran umum mind-mapping


Gambaran khusus dalam membahas sesuatu menggunakan mind-mapping


beliau adalah Tony Buzan

menjelaskan banyak hal, kenapa pikiranku kadang begitu kompleks dan dapat melihat kondisi/masalah dari kejauhan karena otakku berkembang dengan sangat baik. :D